Yuk Ketahui Beda Tingkatan Risiko dalam Investasi!

Dalam berinvestasi, risiko adalah salah satu faktor pertimbangan investor memilih aset investasi. Risiko dalam investasi terkait dengan berbagai dimensi. Karena itu, penting untuk mengetahui seberapa besar risiko dari aset yang dipilih. Ini karena mengetahui risiko investasi adalah dasar berinvestasi. Letak risiko dan apa perbedaan antara risiko rendah dan risiko tinggi merupakan info dasar yang perlu diketahui.

Mengetahui risiko dalam investasi tidak perlu menunggu sampai rugi dulu. Karena risiko adalah hal yang akan dialami investor, tentu sudah banyak investor lain yang juga membagikan pengetahuan seputar ini. Meski demikian, belum ada kesepakatan di antara investor tentang apa arti “risiko” dan bagaimana risiko mesti diukur. Sejauh ini, para analis risiko investasi cenderung mencoba menggunakan volatilitas sebagai proksi risiko.

Untuk batas tertentu, hal ini bisa dilakukan. Namun, volatilitas (lonjakan risiko) bisa bervariasi dari waktu ke waktu. Risiko volatilitas ini tentunya juga bergantung pada investasi yang dipilih. Dengan lebih memahami risiko akan berbeda untuk jangka pendek dan jangka panjang, investor dapat membangun portofolionya berdasarkan risiko dalam investasi.

  • Investasi beresiko tinggi

Investasi berisiko tinggi adalah investasi dengan kemungkinan persentase besar kehilangan modal. Artinya, kinerja aset investasi terbilang rendah ataupun peluang kerugian relatif tinggi.

Jika kalian diberi tahu bahwa kemungkinannya hanya 50/50 investasimu akan menghasilkan pengembalian yang diharapkan, kalian mungkin menghadapi investasi cukup berisiko. Namun, paruh kedua periode waktu investasi adalah hal yang cenderung diabaikan oleh banyak investor. Investor yang baik memahami risiko adalah hal yang berlaku inheren dalam investasi. No risk, no gain. Karena itu, memilih aset yang tepat adalah cara paling pas menghindari risiko yang tinggi.

Beberapa jenis investasi berisiko tinggi diantaranya reksadana saham, saham, dan p2p lending. Per tahunnya kenaikan rata-rata reksadana saham berkisar 20% dan p2p lending berkisar 20%.

  • Investasi berisiko rendah

Dengan investasi berisiko rendah, sangat sedikit yang perlu dipertaruhkan oleh investor. Artinya, bukan hanya memilih investasi yang menghasilkan imbal hasil memadai. Melainkan juga memastikan bahwa tidak ada potensi kerugian dari investasi tersebut. Komentar investor kenamaan AS, Warren Buffett, seputar ini diringkas sebagai: “Aturan nomor 1: jangan pernah kehilangan uangmu, aturan nomor 2: jangan lupakan aturan nomor 1.”

Investasi risiko rendah merupakan investasi yang dianggap minim kemungkinan untuk mengalami kehilangan sebagian atau seluruh investasi. Biasanya investasi risiko rendah memberikan keamanan sebab kemungkinan risiko investasi mengalami penurunan tidak akan terjadi secara tiba-tiba. Namun perlu diingat bahwa investasi risiko rendah cenderung memberikan keuntungan yang kecil.

Beberapa jenis investasi berisiko rendah diantaranya investasi emas, Obligasi Negara Ritel (ORI), dan reksadana pasar uang. Per tahunnya kenaikan rata-rata emas berkisar 10-12%, ORI berkisar 8% dan reksadana pasar uang berkisar 20%.

Selain imbal hasil yang cenderung stabil dan tidak mengikuti pasar uang atau pasar modal, para investor dengan investasi ini juga cenderung sedikit pertaruhannya.

Kenali profil risiko investasi

Profil risiko investasi digolongkan dalam tiga kategori. Yakni kategori konservatif, moderat, dan agresif. Kategori konservatif cenderung memiliki toleransi rendah atas risiko investasi. Terlepas dari risiko adalah hal yang inheren dalam investasi. Kategori ini cenderung terjadi pada investor pemula karena mereka takut kehilangan dananya. Sementara, investor moderat cenderung menyukai produk-produk yang menawarkan imbal lebih banyak. Karena mereka tahu bahwa ada prinsip high risk, high return dalam investasi. Profil investor moderat cocok dengan produk-produk yang menawarkan imbal lebih banyak.

Investor dalam kategori agresif adalah mereka yang paling berani mengambil risiko investasi. Bagi mereka, risiko investasi adalah hal yang telah mereka antisipasi. Saat harga saham turun, mereka justru melihat sebagai kesempatan baik untuk menambah portofolio. Orang dengan profil risiko agresif ini punya tujuan finansial jangka panjang dan cenderung memiliki modal khusus untuk investasi. Termasuk juga, wawasan yang memadai mengenai risiko investasi adalah perkara memahami analisis fundamental dan teknikal dari investasi.

Apa pun jenis profil risiko kalian, pertimbangan khusus untuk risiko investasi adalah pengaruh diversifikasi terhadap risiko portofolio. Diversifikasi portofolio cenderung membantu investor untuk aman dalam mengombinasikan risiko investasi rendah dan tinggi.


Komentar

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai