Di tahun 2020 banyak sekali perusahaan-perusahaan yang gulung tikar karena adanya pandemi virus corona ini, namun tak sedikit pula perusahaan-perusahaan yang mengalami keuntungan dari pandemi ini, perusahaan-perusahaan tersebut adalah perusahaan-perusahaan di bidang teknologi. Salah satunnya adalah Tesla Inc yang bergerak di bidang otomotif.
Pada Jumat (11/12/2020), Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, melakukan pembicaraan melalui telepon bersama CEO Tesla (Elon Musk). Pembicaraan ini membahas peluang investasi perusahaan mobil listrik Tesla di Indonesia. Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo juga mengajak Tesla untuk melihat Indonesia sebagai launching pad Space X.
Dalam proses pembuatan mobil listrik tersebut, Tesla juga akan melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan yang ada di Indonesia, diantaranya adalah PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Pertamina, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang tergabung dalam Indonesia Battery Holding (IBH).
Namun tak bisa dipungkiri dengan adanya pemberitaan mobil listrik tersebut, hal yang menjadi sorotan banyak investor adalah saham PT Aneka Tambang (ANTM) karena baru beberapa waktu berita tersebut tersebar, saham antam tersengat progres proyek kerja sama baterai listrik antara Indonesia Battery Holding (IBH) dan entitas usaha dari Korea Selatan, LG Chem kian menemui titik terang. Hingga pada Jumat (11/12/2020), saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang terpantau menguat 4,83% ke level 1.520 pada pukul 10.48 WIB. Saham berkode ANTM dibuka di level 1.500 atau menguat 50 poin dibandingkan dengan posisi penutupan. Dan pada hari itu total perdagangan saham ANTM mencapai 234,8 juta lembar dengan nilai transaksi Rp353,96 miliar. Investor asing mencetak net buy sebanyak Rp4,84 miliar. Baik dari sisi volume maupun nilai transaksi, saham ANTM menjadi salah satu yang paling aktif diperdagangkan. Dan saham tersebut telah diborong oleh investor asing senilai Rp102,49 miliar.
Sumber:

Tinggalkan komentar